SEJARAH


Membangun organisasi Litbang dari tiada menjadi ada, dari tidak lengkap menjadi lengkap dan dari kecil menjadi besar membutuhkan waktu dan tahapan yang panjang. Sebagaimana layaknya membangun rumah pertama-tama yang harus disiapkan adalah pondasinya, kemudian pilar-pilarnya, temboknya, atapnya dan terakhir lantainya. Begitu juga dengan membangun organisasi, pertama-tama visi dan misi yang didefenisikan, tujuan dirumuskan, target yang ditentukan dan kemudian organisasi dibangun dan diisi dengan orang-orang yang sesuai dengan keahliannya. Semakin besar organisasi yang dibangun, maka akan semakin besar pula kadar kompleksitas masalah yang akan dihadapi dalam setiap tahapan. Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) yang sekarang berdiri dengan tugas pokoknya mendukung tugas-tugas Angkatan Darat memiliki sejarah yang panjang diawali dari masa pra Dislitbangad bersamaan dengan pengakuan kedaulatan RI tanggal 27 Desember 1949 yang melahirkan Komisi Penyelidikan dan Percobaan Tekhnik (KPPT) dengan tugas pokok melaksanakan uji coba material / peralatan TNI. Infentori yang dimiliki oleh KPPT untuk mendukung tugas-tugasnya adalah lapangan tembak Batu Jajar, gedung Laboratorium dan gudang-gudang di Batu Jajar serta gedung kantor di Jalan Dipatiukur nomor 85 termasuk lengkap dengan alat-alat dan isinya.    Perlu dipahami modal yang dimiliki KPPT adalah alat-alat bekas CVV/Kenil dan kemudian dengan bergulirnya waktu sempat berganti nama beberapa kali mulai dari Jawatan Penyelidikandan Percobaan Tekhnik (D.Pe.Pe.Te). Pada masa D.Pe.Pe.Te segala kegiatan dan hubungan dengan instansi-instansi tekhnik lainnya mulai terjalin atas dasar Kolegialitas terutama dengan pabrik senjata dan mesiu (yang sekarang Pindad) oleh sebab itu sejak tahun 1950 D.Pe.Pe.Te melayani “doorlopende order”dari pabrik senjata dan mesiu untuk memeriksa hasil-hasil produksi seperti mortir, granat tangan dan koreksi tabel tembak hingga akhir tahun 1953. Selanjutnya organisasi ini berubah menjadi Lembaga Percobaan  dan Penyelidikan Material(LPPMat) dan perlu di pahami dalam instruksi tersebut bahwa D.Pe.Pe.Te adalah instansi penyelidikan tertinggi di lingkungan Angkatan Darat dan bertindak sebagai advisiour Kasad.Sehingga pada saat berganti nama menjadi LPPMat, Organisasi ini memiliki tugas yang semakin jelas yaitu merupakan Komisi Pemusatan dari segala penyelidikan tekhnik terhadap semua material yang dipergunakan oleh Angkatan Darat Selain melakukan penyempurnaan organisasi AngkatanDarat juga melakukan pendidikan personel,pembelian alat-alat Laboratorium dari Luar Negeri dan melengkapi laboratorium di BatuJajar dengan alat laboratorium tekstil dan kulit. Pada  tahun1955 sesuai dengan instruksi Kasad menetapkan LPP Mat berada langsung dibawah perintah Kasad dan  bertanggung jawab kepada Kasad. Adapun tugas LPP Mat untuk mengadakan percobaan dan pengujian mengenai  senjata dan mesiu serta pengujian dan percobaan yang dilakukan oleh LPP Mat bersifat khusus tekhnis. Untuk diketahui  bersama bahwa pada tahap awal pembentukan lembaga-lembaga Litbang dari kurun waktu tahun 1950 s.d 1957 dari  mulai KPPT, D.Pe.Pe.Te dan LPP Mat belum memiliki struktur organisasi yang lengkap dan hal ini menyebabkan pelaksanaan. Selain melakukan penyempurnaan organisasi Angkatan Darat juga melakukan pendidikan personel,pembelian alat-alat Laboratorium dari Luar Negeri dan melengkapi laboratorium di Batu Jajar dengan alat laboratorium tekstil dan kulit. Pada tahun 1955 sesuai dengan instruksi Kasad menetapkan LPP Mat berada langsung dibawah perintah Kasad dan bertanggung jawab kepada Kasad. Adapun tugas LPP Mat untuk mengadakan percobaan dan pengujian mengenai senjata dan mesiu serta pengujian dan percobaan yang dilakukan oleh LPP Mat bersifat khusus tekhnis. Untuk diketahui bersama bahwa pada tahap awal pembentukan lembaga-lembaga Litbang dari kurun waktu tahun 1950 s.d 1957 dari mulai KPPT, D.Pe.Pe.Te dan LPP Mat belum memiliki struktur organisasi yang lengkap dan hal ini menyebabkan pelaksanaan  tugas menjadi tidak maksimal, sehingga untuk mengoptimalkan struktur organisasi lembaga Litbang TNI AD perlu reorganisasi Litbang TNIAD yang baru sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan tugas.Pada tahun 1958 berdasarkan penetapan Kasad Nomor 0-5 Tahun 1958 dimaksudkan sebagai dasar untuk menyelenggarakan penertiban kembali dalam bidang organisasi menuju kesempurnaan organisasi, pembinaan personel, pembinaan materiil dan administrasi umum dalam Angkatan Darat. Dalam penetapan Kasad tersebut dijelaskan berbagai fungsi serta bidang pembinaan meliputi fungsi utama, fungsi organik, fungsi tekhnis militer dan fungsi khusus.Dalam fungsi khusus telah diatur tentang percobaan,yaitu meliputi segala usaha,pekerjaan dan kegiatan dalam penelitian, percobaan dan pemeriksaan demi pengembangan alat-peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan serta dibutuhkan Angkatan Darat. Dengan diterbitkannya penetapan Kasad tahun1958 Lembaga Percobaan dan Penyelidikan Material telah berubah nama menjadi Lembaga Percobaan Alat Peralatan Angkatan Darat (Peral). Dan Peral masuk dalam kategori lembaga-lembaga Angkatan Darat yang digolongkan sebagai instalasi pelaksana utama dengan tugas pokok menyelenggarakan salah satu fungsi khusus Angkatan Darat. Tugas menjadi tidak maksimal, sehingga untuk mengoptimalkan struktur organisasi lembaga Litbang TNI AD perlu reorganisasi Litbang TNI AD yang baru sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan tugas.Pada tahun 1958 berdasarkan penetapan Kasad Nomor 0-5 Tahun 1958 dimaksudkan sebagai dasar untuk menyelenggarakan penertiban kembali dalam bidang organisasi menuju kesempurnaan organisasi, pembinaan personel, pembinaan materiil dan administrasi umum dalam Angkatan Darat. Dalam penetapan Kasad tersebut dijelaskan berbagai fungsi serta bidang pembinaan meliputi fungsi utama, fungsi organik, fungsi tekhnis militer dan fungsi khusus. Dalam fungsi khusus telah diatur tentang percobaan, yaitu meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan dalam penelitian, percobaan dan pemeriksaan demi pengembangan. Perkembangan selanjutnya pada tahun 1966 terjadi pergantian pemerintahan dari orde lama ke orde baru dan instalasi Peral dihapuskan  dari  organisasi  Angkatan  Darat.  Selanjutnya  fungsi Peral yang lama beserta materialnya dikembalikan kepada Dinas/ jawatan yang bersangkutan dalam tubuh Angkatan Darat sehingga kemudian muncul badan-badan Litbang pada dinas/Angkatan yang melaksanakan Litbang sendiri-sendiri. Setelah dihapusnya Peral Angkatan Darat, maka pada kurun waktu 1966-1967 sesungguhnya tidak ada lagi lembaga yang menangani Litbang di tingkat pusat. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun1967 diresmikan struktur organisasi Lembaga Research dan Pengujian Material (Resumat)sebagai lembaga pusat. Dengan demikian  sejak  tahun 1967 sesungguhnya telah berdiri badan penelitian dan pengembangan yang tertinggi dalam Angkatan Darat, dan pada tahun 1970 Resumat dilikuidasi dan dimasukan kedalam jajaran Komando Logistik Angkatan Darat (Kologad). Pada tahun 1970 organisasi TNI AD kembali mengalami perkembangan demi terselenggaranya penertiban dalam bidang organisasi menuju kepada kesempurnaan organisasi personel, materiil dan metoda dalam Angkatan Darat. Salah satu fungsi khusus yang harus dilaksanakan adalah percobaan (COB) yaitu meliputi segala usaha pekerjaan kegiatan dalam  penelitian percobaan dan pengujian alat peralatan yang digunakan serta dibutuhkan Angkatan Darat. Pembinaan Litbang Angkatan Darat diatur dengan stratifikasi sebagai berikut yaitu tingkat perumusan kebijaksanaan Litbang berada pada Asren Litbang sedangkan tingkat pelaksanaan Litbang stratifikasinya dipisahkan menurut obyek penelitian dan pengembangan yang terbagi tiga badan : Pertama kegiatan Litbang terhadap masalah yang menyangkut hal-hal yang bersifat strategis dan pengkajian ditangani Lajistrad (Lembaga Pengkajian Strategi Angkatan Darat). Kedua, kegiatan Litbang terhadap masalah pengadaan dan penggunaan material dilaksanakan oleh Resumat (Lembaga Research dan Pengujian Material) dibawah Komando Logistik Angkatan Darat. Ketiga, Kegiatan Litbang Kesenjataan dan kecabangan yang sifatnya taktis dan teknis operasional berada pada badan-badan Litbang sesuai orgas masing-masing kesenjataan dan kecabangan. Didalam struktur organisasi Kologad tampak jelas bahwa Lembaga Research dan Pengujian Material (Resumat) menjalankan fungsi penelitan dan pengujian material berkedudukan sebagai komando pelaksana utama Kologad. Disamping itu pada tanggal 26 Desember 1970 berdiri organisasi Lembaga Pengkajian Strategi Aspek  Darat  (Lajistrad)  berkedudukan  sebagai  badan  pelaksana pusat yang berdiri sendiri langsung dibawah Kasad dengan tugas pokok menyelenggarakan Penelitian, Pengembangan, Pembahasan, Penyusunan dan Pengkajian strategi aspek darat. Dengan demikian pada periode 1970 s.d 1977 sesungguhnya kegiatan Litbang materiil dan non materiil telah berlangsung dan diwadahi oleh dua lembaga yang berbeda. Melihat realita ini memberikan inspirasi pimpinan TNI AD untuk mensinergikan kegiatan Litbang dilingkungan TNI AD dalam satu wadah. Pada tahun 1976 berdasarkan Keputusan Menhankam/ Pangab terbit pokok-pokok organisasi dan prosedur TNI AD, dalam organisasi struktur TNI AD tersebut tidak dikenal lagi organisasi Lajistrad maupun Kologad tetapi muncul organisasi Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD sebagai eselon pelaksana pusat. Realita ini telah mendorong pimpinan TNI AD melalui panja organisasi di tingkat SUAD untuk menyatukan kedua kegiatan Litbang dilingkungan TNI AD baik kegiatan Litbang yang bersifat material maupun kegiatan litbang yag bersifat non material ke dalam Dislitbangad. Sehubungan dengan hal tersebut pada bulan Juni 1977 terbit Keputusan Kasad tentang pokok-pokok organisasi dan prosedur Dislitbangad sebagai badan pelaksana pusat di tingkat Mabesad. Keputusan Kasad diatas ditindak lanjuti dengan terbitnya daftar susunan perorangan dan peralatan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNIAD pada bulan Agustus 1977. Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Kasad pada bulan Oktober 1977, Brigjen TNI Tondo Mulyo Wakil Kepala Lajistrad ditunjuk Kasad sebagai formatur untuk melaksanakan pembentukan Dislitbangad. Berdasarkan laporan formatur pembentukan Dislitbangad maka pada bulan Nopember 1977 sesuai surat Keputusan Kasad diresmikan berdirinya Dislitbangad. Peresmian Dislitbangad ini merupakan pengalihan nama dan status Lembaga Pengkajian Strategi Aspek Darat (Lajistrad) menjadi Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat. Berdasarkan surat Keputusan Kasad tahun 1978 Brigjen TNI Tondo Mulyo Waka Lajistrad diangkat menjadi Kadislitbangad pertama terhitung mulai tanggal 9 Januari 1978. Dari kurun waktu 1978 s.d 2013 Dislitbangad telah dipimpin 16 kali kepemimpinan Kadislitbangad, dan saat ini Dislitbangad dibawah kepemimpinan Kadislitbangad Brigjen TNI Rudiono. Sejak awal berdirinya Dislitbangad dibawah kepemimpinan para pejabat Kadislitbangad dari masa ke masa, sebagai lembaga institusi Penelitiandan Pengembangan dijajaran organisasi TNI AD, Dislitbangad telah berusaha eksis untuk berperan mendukung Tugas Pokok TNI pada umumnya dan khususnya Tugas Pokok TNI AD. Alhamdulillah, dengan tekad yang kuat dan kepercayaan diri, Dislitbangad telah mulai menunjukkan jati dirinya sebagai institusi dan insan Litbang yang Elit dan Membanggakan di jajaran kesatuan TNI AD. Demikian sekelumit rinkasan sejarah berdirinya institusi Litbang TNI AD yang saat ini dikenal dengan nama Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat