Senin, 21-08-2017 10:41 AM

Upacara 17 Agustus 2017

Infolahta Dislitbangad

Dislitbangad – Jakarta. Kadislitbangad, Brigadir Jenderal TNI D. Doetoyo, S.E., bertindak sebagai Inspektur upacara pada pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke – 72 Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di lapangan Upacara Dislitbangad, Kamis (17/17/2017). Upacara tersebut diikuti oleh segenap organik Dislitbangad. Adapun tema yang diusung pada HUT RI ke 72 tahun ini yaitu “INDONESIA KERJA BERSAMA”.

Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kadislitbangad, Brigadir Jenderal TNI D. Doetoyo, S.E., menjelaskan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun yang ke 72 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah mengkaruniai bangsa Indonesia dengan kemerdekaan setelah melalui sebuah perjuangan yang sangat panjang dan tidak kenal lelah dengan mengorbankan jiwa dan raga. Merdeka berarti Bangsa Indonesia juga sederajat dengan bangsa – bangsa lainnya di dunia. Namun demikian, masih terdapat persoalan-persoalan yang memerlukan kewaspadaan kita untuk terus mengawal dan membantu terjaganya stabilitas dan kondusifitas kehidupan sosial masyarakat di seluruh wilayah tanah air. Ancaman terhadap bangsa dan negara kita telah berkembang menjadi semakin kompleks dan sulit diidentifikasi, tidak hanya ancaman militer, tetapi juga ancaman non militer.

Perkembangan terorisme dan gerakan radikal kanan/kiri masih terus kita rasakan sebagai ancaman yang tidak pernah padam. Demikian pula dengan maraknya anarkisme yang seringkali mengiringi penyampaian pendapat para buruh, pemuda dan mahasiswa, tawuran antar kelompok, penyalahgunaan Narkoba, serta penyebaran pornografi dan seks bebas. Ancaman ini yang lebih sulit dilihat dan dirasakan, namun memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah Negara, yaitu ancaman informasi dan peredaran narkoba juga merupakan ancaman yang nyata bagi kedaulatan negara kita. Narkoba secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian, pemerkosaan, pembunuhan dan berbagai kejahatan lain. Indonesia bukan sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar narkoba terbesar di Asia. Lebih daripada itu, penyalahgunaan narkoba telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, strata sosial ekonomi termasuk didalamnya institusi TNI.

Diakhir amanatnya, Kasad mengingatkan kembali bahwa para prajurit dan PNS TNI AD harus mampu tampil didepan untuk mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang telah tersarikan dalam Pancasila, yaitu menghormati perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta optimisme dan rasa percaya diri.

Penanaman nilai-nilai tersebut kedalam jiwa dan pribadi masyarakat Indonesia harus dilakukan melalui berbagai cara yang kreatif dan inovatif, sambil terus mendorong pemerintah dan instansi terkait lainnya untuk merevitalisasi kembali berbagai kegiatan positif dalam rangka pembangunan karakter Bangsa.
 
83